Kapal Calon Pengangkut Imigran Gelap Terdampar

KLIRONG (www.beritakebumen.info) - Sebuah kapal calon pengangkut imigran gelap terdampar di Pantai Tanggulangin, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong. Kapal tersebut ditemukan Rusiyadi (28) dan Agi Santoso (18) warga RT 01 RW 3 Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren pukul 21.00 WIB, Minggu (15/9) saat mancing di pantai tersebut. Saat ditemukan, kondisi kapal kayu itu kosong dan hanya terdapat dua penumpang bernama Abdullah Palelo (34) dan Hari Takji (26) warga Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kapolres Kebumen, AKBP Faizal SIK MH melalui Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Wasidi mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun kapal tersebut berlayar dari Sulawesi menuju salah satu pantai di Jawa Barat untuk membawa imigran gelap yang akan dikirim Australia. Namun, sebelum mengangkut imigram gelap, kapal tersebut kabur lantaran ada razia dari pihak pengamanan wilayah setempat. "Kapal tersebut akhirnya terdampar di Pantai Tanggulangin karena kehabisan bahan bakar," kata Wasidi saat dikonfirmasi, Senin (16/9).

Dia menjelaskan, berdasarkan pemeriksanaan, awak kapal mengaku tidak mengetahui pemilik kapal. Mereka yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan hanya menjalankan tawaran dengan sejumlah imbalan uang dari orang tak dikenal untuk membawa rombongan orang di Jawa Barat. Namun, operasi pengiriman imigran tersebut gagal lantaran ada razia dari pihak pengamanan wilayah setempat, dan akhirnya terdampar di Kebumen.

Wasidi melanjutkan, kedua awak kapal berkapasitas 25 ton dengan mesin 8 silinder itu kemudian dibawa ke Polsek Klirong untuk diperiksa lebih lanjut. Karena kondisi kesehatan kedua awak tersebut sangat lemah akhirnya mereka dibawa ke Puskesmas Klirong untuk diperiksa kesehatannya. Sampai saat ini pihak Polres Kebumen masih terus mengupayakan pemeriksaan terhadap awak kapal. "Kami akan terus mendalami temuan ini," ujar dia.

Kapal dengan panjang 15 meter, lebar 7 meter dan tinggi 3 meter itu ditemukan mengapung dan menepi karena terdorong ombak. Ketika melihat kapal tersebut, Rusyadi dan Agi Santoso yang sedang asyik mancing langsung mendekati kapal. Awalnya, mereka menduga bahwa tersebut adalah kapal nelayan. Namun, setelah tiba di dalam kapal, mereka hanya mendapati dua orang awak kapal dalam kondisi lemas kedinginan. "Tidak ada ikan atau peralatan tangkap ikan di kapal tersebut," tuturnya.

Hingga Senin (16/9), kapal yang terdampar masih menjadi tontonan masyarakat. Bahkan ada yang naik ke kapal dan mengambil barang-barang.
( Rinto Hariyadi / CN39 / SMNetwork /suaramerdeka.com)



=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan ikuti di:
| FACEBOOK GRUP | FACEBOOK PROFIL | FACEBOOK FAN PAGE | TWITTER |
=============================================================

Post a Comment

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

Previous Post Next Post