Kebumen Kembangkan Pohon Cendana India

KEBUMEN - Petani di Kabupaten Kebumen mulai menanam cendana jenis India. Mereka tertarik membudidayakan karena sudah bisa dinikmati hasilnya setelah berumur 3 tahun. Petani juga mendapat sertifikat untuk menjamin pembelian buah, daun, dan ranting basah dengan harga minimal Rp 40 ribu per kilogram.

Bibit pohon cendana jenis India dikembangkan di Punggur, Lampung Tengah, oleh CV Jaya Kusuma (JK). Distributor untuk wilayah Jawa Madura ditangani CV Alam Sejahtera Abadi (ASA) yang berkantor pusat di Cilegon Banten.

Penanaman perdana pohon bernilai ekonomis tinggi itu, dilakukan oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen Ir Siti Kharisah MM di Desa Karangpoh, Kecamatan Pejagoan, Minggu (22/1). Selain itu, mendukung program Indonesia hijau dengan gerakan penanaman sejuta pohon.

"Cendana India menjadi tanaman komoditi yang potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Direktur CV JK Boy Hermanto, bersama Direktur CV ASA Mulyadi, serta Manajer Pemasaran wilayah Jawa Tengah Supratno, di sela-sela penanaman 1.000 bibit cendana India di Dukuh Widoropayung, Desa Karangpoh.

Petani untung karena dalam setahun, bisa 3 kali panen. Setiap panen, satu pohon bisa menghasilkan 5 hingga 10 kilogram buah, daun, dan ranting basah. Menurut Mulyadi, hitungan pendapatan kotor dari 100 pohon selama satu tahun pertama, mencapai Rp 60 juta hingga Rp 120 juta.

Mulyadi memastikan bimbingan teknis diberikan dari tanam hingga panen. Sedangkan sertifikat, diberikan jika menanam minimal 100 bibit dengan harga bibit Rp 50 ribu perbatang. "Petani juga bisa membentuk kelompok hingga dalam satu kelompok menanam minimal 100 batang. Sertifikat bisa diwariskan karena umur produksi mencapai 30 tahun," jelasnya. (Sukn|KRjogja)

=============================================================
Untuk mendapatkan informasi terbaru, dan yang tidak terposting silahkan bergabung di FACEBOOK GRUP dan like FAN PAGE

2 تعليقات

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

  1. Apa nasib petani cendana tidak seperti nasib petani Jenitri! Isinya didunia ini hanya bohong dan membohongi, yang rugi pewtani petani keci saja yang tergiur untung besar. Eh akhirnya malah buntung. yang benar saja.bila perlu pegawai kehutanan turun langsung adakan penyuluhan pdmasyarakat.

    ردحذف
  2. Cv.jaya kesuma di lampung menipu,kami di lampung banyak di kecewakan

    ردحذف

إرسال تعليق

Silahkan Berkomentar yang Baik dan Bermanfaat!

أحدث أقدم